Pendidikan Karakter

Senin, 5 Mei 2025

Pada hari ini lembaga MI Plus Al Istighotsah kedatangan 2 tamu, yang pertama Mahasiswa dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan Bpk H Imam,MKPd selaku pengawas Madrasah
Mahasiswa UIN SATU bertamu untuk melaksanakan observasi terkait program pendidikan yang ada di MI Plus Al Istighotsah Tulungagung. Saya menyampaikan beberapa program yang telah dilaksanakan.
Program yang pertama yaitu pembiasaan dilakukan setiap hari pukul 07.00-08.00 dengan kegiatan mengaji Al Quran dan Tahfidzul Quran dengan jenjang yang berbeda. Untuk kelas 1 - 3 penekanan terletak pada soroqan mengaji dengan target santri lancar dalam membaca Al Quran sedangkan hafalannya diberikan dengan target dasar. Untuk kelas 4-6 soroqan dan melanjutkan hafalan demgan target juz amma ditambah surat pilihan seperti  surat Yasin, Waqiah dan Tabarok. Di madrasah kami targetnya tidak muluk muluk karena dikhawatirkan santri tidak bisa menjaga hafalannya. Dan hafalan ini bisa awet dan lancar jika ada dukungan penuh dari orangtua.
Program selanjutnya pukul 08.00-12.00 adalah pembelajaran akademik yang mengacu pada kurikulum pendidikan, disela sela itu siswa dibiasakan untuk melaksanakan sholat duha berjamaah.. untuk kelas 1-3 bacaan sholat duha dilafadkan secara jahr gunanya untuk memberi pengajaran terkait bacaan dan gerakan sholat yg baik dan benar sedangkan untuk kelas 4-6 secara sirri.
Program selanjutnya yaitu sholat duhur berjamaah dan
 pembelajaran madrasah diniyah dengan materi sesuai jenjang masing masing.
Semua program ini bertujuan untuk membentuk karakter anak agar sadar dalam beribadah serta memberi bekal bagaimana beribadah dengan benar.

Setelah kegiatan wawancara selesai, beliau Bpak Imam,MKPd rawuh untuk melaksanakan monitoring pelaksanaan Asesment Sumatif Akhir Tahun. Dalam sela sela monitoring beliau menambahkan bahwa pembelajaran tidak hanya melulu pada materi akademik, melainkan bagaimana cara membentuk karakter anak. Apa yang diinginkan oleh orangtua ketika anak sedang dirumah? Tentunya orangtua ingin anak anaknya mau membersihkan rumah, bisa mencuci piring sendiri bisa melipat atau menyetrika sendiri dan terlebih tumbuh kesadaran dalam beribadah. Lha ketika kelas 1-3 pendidikan karakter tersebut harus dibimbing secara intens dan kelas 4-6 terus dipertahankan
Dari pemaparan beliau sebenarnya itu merupakan isi dari pendidikan dimana mendidik itu tidak hanya mentransfer ilmu melainkan juga pembentukan karakter. 
 Beliau juga berpesan kita harus ikhlas, jangan sombong jangan muncul sifat ke-Akuan. Didalam perjuangan pasti ada suatu hal yang tidak bisa dinalar akan datang dengan sendirinya dan cukup dengan syarat harus berkomitmen dan ikhlas.
Banyak ilmu yg beliau sampaikan
Mudah mudahan kami bisa melaksanakan ilmu ilmu beliau


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Bahagia

CERITOKU MUSDA 2023 n HAUL PELEM 2023