Daging dari Amanatul Ummat

Alhamdulillah pada hari ahad, 05 April 2026 saya berkesempatan sowan ke Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. PP Amanatul Ummat Pacet Mojokerto. saya nggandol sarung teman teman Pergunu Tulungagung, tanpa nggandol sarng belia beliau tentunya saya tidak akan samai kesana.

Kesan pertama saat memasuki kawasan pondok, saya sudah takjub dengan bangunan pondok yang luas megah, sesampainya di pondok lebih tajub lagi karena terpajang jelas banner prestasi serta lulusan pondok yang diterima di perguruan tinggi baik negeri/swasta baik negerei atau luar negeri.

Setelah teman teman pergunu dipinarakne mask ke ruangan, beliau Yai Asep rawuh dengan sikap yang ramah serta berusaha tidak menunjukkan keletihannya/kecapekannya. Beliau bercerita baru saja tadi malam pulang dari berbagi kegiatan di luar kota, bahkan sampai rumah jam setengan 2 pagi, istirhat sebentar langsung Jamaah Sholat Subuh, Mengajar Ngaji dan masuk kelas dan menemui kami sekitar pukul 09.30

beliau bercerita tentang awal berdirinya Jam'iyah Nahdlatul ulama itu berawal dari sebuah organisasi yang bernama Nahdlatul Wathan pada tahun 1916 yang dinisiasi oleh KH Wahab Chasbullah, KH Abd Chalim dan lainnya(penulis lupa asiapa saja lainnya), dimana terdapat 65 santri yang diajar oleh kyai kyai besar, selain sebagai lembaga pendidikan organisasi tersebut  juga bertujuan untuk menguatkan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air (nasionalisme).

Pada tahun 1924-1925 terjadi kudeta oleh Abdul Aziz bin Saud atas Syarif Husein bin Ali di Arab Saudi. Lalu terjadilah gejolak yang diperkirakan karena ingin menghapus kecintaan kepada Syarif Husein terlebih kepada Nabi Muhammad SAW, Raja Saud berusaha ingin membongkar makam nabi yang sering dijadikan tujuan ziarah umat muslim dengan dalil bid'ah serta ingin menghapus praktik bermadzhab di wilayahnya karena hanya ingin meerapkan wahabi sebagai madzhab kerajaan. Hal tersebut memicu gejolak di kalangan kyai Kyai pesantren, dan dengan guyonannya " masak bersurat ke raja saudi tidak ada kop surat yang resmi tau lembaga yang resmi, maka muncullah nama Nahdlatul Ulama atas usulan KH Mas Alwi". dan terjadilah diplomasi ke sana.

lalu KH Asep juga dawuh banyak sekali terkait harapan harapan tentang NU,, NU itu harus bertujuan untuk menyebrakan Faham ahlussunnah wal Jamaah serta mewujudkan Negara Yang Adil Makmur dan Sejahtera. jangan ada oknum oknum yang merusaknya. beliau juga menyampaikan bahwa ada 4 pilar mewujudkan bangsa yang sejahtera dan berkeadilan, :

  1. Ulama dan Ilmuwan yang mampu menerangi dunia. 
  2. Pemimpin yang adil, bijaksana dan berkemampuan.
  3. Konglomerat yang memberikan kontribusi maksimal untuk negaranya
  4. Profesional Andal dan Berintegritas. santri harus mampu menempatkan diri di ruang-ruang strategis profesional: birokrasi, kesehatan, teknologi, pendidikan, media, dan sektor lainnya

 Beliau juga menyampaikan bahwa guru yang baik itu harus memiliki kriteria berikut:

1. Menguaai kukompetensi

2. memiliki taggungjawab dalam mentransfer ilmu

3, menjadi teladan yang baik bagii satrinya

4. menganggap murid sebagai anak kandung

5. mendoakan murid

masih banyak lagi yang beliau sampaikan tapi saya kok banyak lupanya , karena selesai sowan mendapat rawon mojopahit dan sarung heheheehe

mudah mudahan bermanfaat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Bahagia

CERITOKU MUSDA 2023 n HAUL PELEM 2023